Byeolsori 별소리 Wishlist
Teras observatorium istana Haeyeon di malam berbintang, dengan bola armila perunggu, lentera, dan tiga anggota rombongan menunggu di tangga batu.
Seol Ha-eun, astronom istana, menatap langit sambil mengangkat tangan bertinta dan membawa lentera.

Byeolsori

Empat puluh satu hari sebelum matahari hilang.

Wishlist

Hadir di PS5, Nintendo Switch 2, dan PC. Rilis 2027.

Langit yang ikut berjalan

Seol Ha-eun menemukan gerhana matahari total yang tidak tercatat di kalender resmi istana, lalu berangkat membawa jam matahari lipat dan bola armila kecil untuk memperingatkan delapan provinsi sebelum hari itu tiba. Geser hari perjalanan untuk melihat bulan merayap mendekati matahari sementara rombongan berpindah dari provinsi ke provinsi.

Peta lama kerajaan Haeyeon bergaya lukisan pigmen mineral: pegunungan biru hijau, sungai besar menuju delta barat, ibu kota bertembok di tengah, dan benteng di utara.

Cheongmun

Pada malam pertama di Cheongmun, Ha-eun menutup kalender istana, menyelipkan jam matahari lipat ke saku, lalu turun dari observatorium bersama Dal-i.

Rombongan

Empat orang berbagi satu perahu sungai menuju delapan provinsi yang belum tahu apa yang akan terjadi pada langit mereka. Arahkan kursor ke tiap tokoh atau pindahkan fokus dengan tombol Tab untuk mengenal mereka lebih dekat.

Perahu sungai berkanopi tikar di tengah sungai lebar saat matahari terbenam, dengan pegunungan biru dan desa beratap genteng di seberang.
  • Seol Ha-eun

    Astronom istana termuda yang tetap percaya pada hitungannya, walau seluruh istana bilang ia keliru dan kalender resmi tidak mencatat apa pun.

  • Nam Mu-yeol

    Pengawal istana yang dikirim untuk membawa Ha-eun pulang. Ia tidak percaya ilmu bintang, tapi selalu maju paling depan saat pedangnya dibutuhkan.

  • Yoon Dal-i

    Murid pembuat peta berumur empat belas tahun yang cepat, cerewet, dan hafal jalan pintas di setiap gulungan.

  • Ma Gyeong

    Bekas perampok gunung yang kini memegang busur untuk rombongan, dan ternyata membaca bintang lebih baik daripada siapa pun, termasuk Ha-eun.

Delapan provinsi

Setiap provinsi punya cuaca, musim panen, dan kebiasaannya sendiri, jadi kabar yang sama perlu disampaikan dengan cara berbeda di tiap tempat. Kamu menempuh jalan darat dengan kaki atau kuda, lalu pindah ke perahu ketika sungai lebih cepat.

Gerbang kota bertingkat dua di Cheongmun saat fajar, dengan jalan raya pasar dan istana di kejauhan.

Hari 1 sampai 5

Cheongmun

Ibu kota dengan observatorium batu di bukit istana, tempat perjalanan dimulai saat kota masih tidur.

Desa di lereng Gamnae yang dikelilingi pohon kesemek berbuah oranye di musim gugur.

Hari 6 sampai 10

Gamnae

Desa kebun kesemek di lereng timur, ramai oleh tangga panen dan untaian buah yang dijemur di bawah atap.

Tebing pantai Hwangporu di malam hari, dengan menara suar menyala berderet di punggung bukit.

Hari 11 sampai 16

Hwangporu

Tebing pantai timur dengan rantai menara suar yang mampu membawa kabar sejauh satu provinsi dalam semalam, asal para penjaganya mau percaya pada seorang astronom muda dari ibu kota.

Jalan setapak batu menembus hutan bambu tinggi di lembah Seorim, dengan cahaya sore miring.

Hari 17 sampai 23

Seorim

Lembah bambu yang sunyi sekaligus berbahaya, wilayah lama para perampok gunung yang tidak suka didatangi orang istana.

Tungku panjang bertingkat di lereng Yeonmok, dengan deretan guci seladon dijemur di atas tikar.

Hari 24 sampai 29

Yeonmok

Kota tungku di lereng bertingkat, dengan guci seladon berjajar di atas tikar jerami menunggu kering.

Dermaga kayu di delta Doryeon saat senja keemasan, dengan perahu layar tikar dan kawanan bangau.

Hari 30 sampai 34

Doryeon

Delta sungai besar penuh dermaga kayu dan kawanan bangau, tempat perahu berangkat ke hulu.

Kawanan kuda berlari di padang rumput tinggi Baekdal yang dibingkai pohon birch dan gunung bersalju.

Hari 35 sampai 39

Baekdal

Dataran tinggi berpadang rumput dan hutan birch, tempat kuda terkuat di Haeyeon dibesarkan.

Tembok benteng Nuriseong berkelok di atas punggung gunung bersalju, dengan panji hitam bermotif matahari.

Hari 40 sampai 41

Nuriseong

Benteng perbatasan di punggung gunung bersalju, tempat Yi Hwan menunggu langit menjadi gelap.

Star Chart

Pertempuran memakai ATB. Setiap anggota rombongan punya pengukur waktu sendiri, jadi kamu memberi perintah begitu pengukurnya penuh, sementara musuh terus bergerak dengan pengukur mereka.

Di sudut layar ada Star Chart, papan rasi kecil yang menyala mengikuti urutan aksimu. Selesaikan sebuah rasi dengan urutan yang tepat, dan seluruh rombongan bisa melepaskan serangan bintang milik rasi itu.

Ada enam puluh rasi untuk ditemukan. Sebagian hanya terlihat pada musim tertentu, sebagian lagi baru muncul ketika langit cerah di provinsi yang jauh dari ibu kota, sehingga Dal-i dan Ma Gyeong sering berdebat soal rute mana yang layak diambil.

41 hari
Waktu permainan berjalan bersama cuaca serta pergantian siang dan malam, jadi langit di hari kedua puluh tidak sama dengan langit di hari pertama.
60 rasi
Setiap rasi membuka serangan bintang yang berbeda, dari hujan panah cahaya sampai perisai bagi seluruh rombongan.
Kuda, perahu
Jalan darat lebih aman bagi rombongan, sedangkan jalur sungai memangkas beberapa hari perjalanan.
Ma Gyeong melepaskan panah bercahaya bintang ke arah makhluk raksasa dari kulit pinus dan es, di bawah rasi tujuh bintang yang menyala di celah gunung bersalju.
Serangan bintang Ma Gyeong di celah gunung bersalju.
Rombongan menghadang makhluk sebesar lembu yang tersusun dari batu sungai dan alang-alang di rawa saat fajar.
Makhluk batu sungai di rawa alang-alang Doryeon.
Halaman benteng perbatasan di malam bersalju, dengan kursi kosong di bawah kanopi hitam dan panji bermotif matahari.
Pangeran Yi Hwan berjubah hitam dan merah dengan lambang matahari emas, diterangi obor dari samping.

Pangeran Yi Hwan

Kakak tiri Raja yang diasingkan ke perbatasan sudah tahu tentang gerhana itu, dan ia berencana menobatkan dirinya di bawah langit gelap ketika seluruh rakyat sedang ketakutan.

Gerhana matahari total di atas kota pasar tepi sungai, dengan korona perak, bintang di siang hari, dan cahaya jingga di sepanjang cakrawala.
Penjual kain mendongak ke langit sambil memeluk gulungan kain nila.
Anak laki-laki membawa layang-layang dan menunjuk ke arah gerhana.
Tukang perahu muda menaungi matanya dengan tangan sambil menatap gerhana.

Hari keempat puluh satu

Ketika bulan menutup matahari, rakyat Haeyeon akan mendongak bersamaan. Bawa Ha-eun ke sana tepat waktu, supaya orang-orang yang menatap langit itu sudah tahu apa yang sedang mereka lihat.

Wishlist

Trailer Byeolsori

Buka di YouTube