
Hari 1 sampai 5
Cheongmun
Ibu kota dengan observatorium batu di bukit istana, tempat perjalanan dimulai saat kota masih tidur.

Seol Ha-eun menemukan gerhana matahari total yang tidak tercatat di kalender resmi istana, lalu berangkat membawa jam matahari lipat dan bola armila kecil untuk memperingatkan delapan provinsi sebelum hari itu tiba. Geser hari perjalanan untuk melihat bulan merayap mendekati matahari sementara rombongan berpindah dari provinsi ke provinsi.
Pada malam pertama di Cheongmun, Ha-eun menutup kalender istana, menyelipkan jam matahari lipat ke saku, lalu turun dari observatorium bersama Dal-i.
Empat orang berbagi satu perahu sungai menuju delapan provinsi yang belum tahu apa yang akan terjadi pada langit mereka. Arahkan kursor ke tiap tokoh atau pindahkan fokus dengan tombol Tab untuk mengenal mereka lebih dekat.
Astronom istana termuda yang tetap percaya pada hitungannya, walau seluruh istana bilang ia keliru dan kalender resmi tidak mencatat apa pun.
Pengawal istana yang dikirim untuk membawa Ha-eun pulang. Ia tidak percaya ilmu bintang, tapi selalu maju paling depan saat pedangnya dibutuhkan.
Murid pembuat peta berumur empat belas tahun yang cepat, cerewet, dan hafal jalan pintas di setiap gulungan.
Bekas perampok gunung yang kini memegang busur untuk rombongan, dan ternyata membaca bintang lebih baik daripada siapa pun, termasuk Ha-eun.
Setiap provinsi punya cuaca, musim panen, dan kebiasaannya sendiri, jadi kabar yang sama perlu disampaikan dengan cara berbeda di tiap tempat. Kamu menempuh jalan darat dengan kaki atau kuda, lalu pindah ke perahu ketika sungai lebih cepat.

Hari 1 sampai 5
Ibu kota dengan observatorium batu di bukit istana, tempat perjalanan dimulai saat kota masih tidur.

Hari 6 sampai 10
Desa kebun kesemek di lereng timur, ramai oleh tangga panen dan untaian buah yang dijemur di bawah atap.

Hari 11 sampai 16
Tebing pantai timur dengan rantai menara suar yang mampu membawa kabar sejauh satu provinsi dalam semalam, asal para penjaganya mau percaya pada seorang astronom muda dari ibu kota.

Hari 17 sampai 23
Lembah bambu yang sunyi sekaligus berbahaya, wilayah lama para perampok gunung yang tidak suka didatangi orang istana.

Hari 24 sampai 29
Kota tungku di lereng bertingkat, dengan guci seladon berjajar di atas tikar jerami menunggu kering.

Hari 30 sampai 34
Delta sungai besar penuh dermaga kayu dan kawanan bangau, tempat perahu berangkat ke hulu.

Hari 35 sampai 39
Dataran tinggi berpadang rumput dan hutan birch, tempat kuda terkuat di Haeyeon dibesarkan.

Hari 40 sampai 41
Benteng perbatasan di punggung gunung bersalju, tempat Yi Hwan menunggu langit menjadi gelap.
Pertempuran memakai ATB. Setiap anggota rombongan punya pengukur waktu sendiri, jadi kamu memberi perintah begitu pengukurnya penuh, sementara musuh terus bergerak dengan pengukur mereka.
Di sudut layar ada Star Chart, papan rasi kecil yang menyala mengikuti urutan aksimu. Selesaikan sebuah rasi dengan urutan yang tepat, dan seluruh rombongan bisa melepaskan serangan bintang milik rasi itu.
Ada enam puluh rasi untuk ditemukan. Sebagian hanya terlihat pada musim tertentu, sebagian lagi baru muncul ketika langit cerah di provinsi yang jauh dari ibu kota, sehingga Dal-i dan Ma Gyeong sering berdebat soal rute mana yang layak diambil.

Kakak tiri Raja yang diasingkan ke perbatasan sudah tahu tentang gerhana itu, dan ia berencana menobatkan dirinya di bawah langit gelap ketika seluruh rakyat sedang ketakutan.



Ketika bulan menutup matahari, rakyat Haeyeon akan mendongak bersamaan. Bawa Ha-eun ke sana tepat waktu, supaya orang-orang yang menatap langit itu sudah tahu apa yang sedang mereka lihat.